Blog

Teman-teman dapat menyimak kisah jamaah dan informasi lainnya melalui artikel - artikel di bawah ini.

Oleh : Fiya Ma’arifa Ulya

Di belahan bumi manapun setiap Ibu memiliki naluri yang sama. Ibu akan mengorbankan apapun demi kebaikan anak-anaknya, meski harus bertaruh nyawa. Apalagi dalam hal ekonomi. Kini semakin banyak Ibu yang bekerja di luar rumah agar dapur tetap mengepul dan anak bisa berangkat ke sekolah dengan uang saku yang layak. Meski terkesan memiliki beban kerja yang bertambah banyak, namun menjadi perempuan yang tangguh dan mandiri di zaman sekarang memang perlu. Sebab, rumah tangga tak hanya tentang mengandalkan suami. Lebih dari itu, dalam segi apapun harus ada kerjasama yang baik suami istri demi kebaikan keluarga yang telah sepakat mereka bangun.

Salah satu kisah menarik jamaah Kajianmu adalah Bu Saginem. Wanita yang oleh tetangga-tetangganya akrab dipanggil Budhe Ginem ini saban pagi menjajakan aneka jenis makanan untuk sarapan. Di warungnya yang sangat sederhana, Budhe Ginem melayani para pembeli dengan ramah. Tempat yang berlokasi di pojok dusun Ngentak Argorejo itu pun menjadi lading rezeki bagi Bu Saginem.

Pertama Berjualan

Sebagai seorang yang belum pernah memiliki pengalaman berjualan, Budhe Ginem di awal-awal merasa canggung. Namun, kecanggungan tersebut mau tidak mau harus dibuang jauh agar ia bisa membantu ekonomi keluarga. Apalagi keluarga Budhe Ginem merupakan keluarga besar, sehingga perlu alokasi yang besar juga untuk memnuhi kebutuhan dasar seluruh keluarga. Ia tidak bisa hanya mengandalkan suami yang bekerja sebagai penjaga di sebuah loseman.

“Saya mulai berjualan sejak 2 tahun lalu. Saya kan belum pernah jualan to Mbak, yasudah. Dulu saya bikin gerabah itu Mbak. Tapi kalau bikin gerabah itu kan 3 hari baru dapat uang. Nah, saya terus jualan ini. Kalau jualan kayak gini saya bisa setiap hari pegang uang meskipun nggak seberapa.” Tutur jamaah Kajianmu di Masjid Darussalam, Ngentak, Argorejo ini.

Di awal-awal berjualan, Ibu yang memiliki 4 orang anak ini hanya menjajakan menu berat saja yakni nasi, bubur, dan pecel bakmi. Seiring berjalannya waktu, di warung sarapan Bu Saginem kini juga menyediakan aneka jenis jajanan pasar dari orang-orang yang menitip dagangan di lapaknya.

“Dulu awal-awal saya cuma jualan ini aja Mbak, bubur, nasi, pecel bakmi. Tapi terus ada yang nitip. Jadi sekarang ada jajanan, susu kedelai & jus. Ya Alhamdulillah Mbak.” Lanjutnya

Ia bersyukur karena hingga hari ini masih istiqomah berjualan setiap pagi. Meskipun situasi bersifat fluktuatif. Di satu situasi warungnya ramai sehingga tutup lebih cepat. Kemudian, di situasi yang lain jualan sepi sehingga pulang masih membawa banyak sisa makanan.

Semenjak pertama berjualan, lapak tempat berjualannya pun tidak perlu menyewa karena merupakan tanah desa. Sehingga Bu Ginem hanya perlu meminta izin kepada dusun dan setiap bulan hanya perlu membayar iuran listrik sebesar Rp. 10.000.

“Disini terus Mbak, nggak bayar. Ini kan punya desa, ya paling tiap bulan itu iuran listrik Rp. 10.000. Kalau pas hujan ya pindah ke meja angkringan yang belakang situ biar nggak kehujanan. Alhamdulillah disini lumayan ramai.” Ungkap Bu Saginem sembari tersenyum

Membantu Ekonomi Keluarga

Bu Saginem adalah salah satu protret bagaimana menjadi seorang perempuan itu harus tangguh, mandiri dan penuh inisiatif. Dalam berbagai situasi, seorang perempuan dituntut adaptif terlebih bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Ketika kondisi keuangan keluarga sudah mulai tidak stabil seiring dengan pengeluran yang semakin banyak karena menanggung biaya sekolah yang tidak sedikit, maka Budhe Ginem yang sebelumnya bekerja sebagai pembuat gerabah dan terkadang buruh di sawah memutuskan untuk mulai berjualan. Membuka warung yang menjual sarapan adalah upaya Ibu berusia 50 tahun ini untuk membantu keluarga. Pasalnya suami Bu Saginem hanya bekerja di sebuah losemen dan gajian setiap bulan. Praktis, kebutuhan tidak terduga yang berjumlah cukup banyak menjadi tidak terpenuhi. Apalagi ketiga anaknya masih sekolah, ia menginginkan agar anak-anaknya bisa berangkat ke sekolah dengan membawa uang saku yang layak.

“Alhamdulillah Mbak, jualan kayak gini bisa buat bantu-bantu keluarga. Suami saya kan kerja di sana itu lho…di losemen, hotel baru disana itu. Kalau jualan gini kan saya pegang uang tiap hari. Lumayan buat jajan anak dan uang saku mereka.” Tuturnya

Wanita yang lahir pada 7 Mei 1968 ini memiliki 4 orang anak. Anak pertama Bu Saginem sudah menikah, sedangkan 3 lainnya masih bersekolah. Dua diantaranya adalah kembar yang saat ini masih duduk di bangku SMA dan satu anak terakhir adalah kelas 3 SMP. Kondisi tersebut membuat Bu Saginem merasa terpanggil untuk membantu suami dalam mencukupi keuanga keluarga.

“Ya anak-anak masih sekolah Mbak. Si kembar masih SMA terus anak saya yang terakhir masih kelas 3 SMP, jadi ya jualan gini lumayan untuk bantu-bantu keluarga.” Ucap Ibu yang mengenakan kacamata ini

Menjadi Jamaah Kajianmu

Menurut penuturan relawan Kajianmu, Bu Saginem merupakan wanita yang sering sholat berjamaah di masjid. Ia pun aktif mengikuti grup hadroh Ibu-Ibu di Masjid Darussalam, Ngentak, Argorejo sebagai vokalis. Saat sosialisasi pengajuan pencairan pinjaman dari Kajianmu, istri dari Bapak Ngatimin ini mengajukan pinjaman dana untuk tambahan modal usaha di warung sarapannya sebesar Rp. 500.000. Bu Saginem pun mengaku sangat terbantu dengan pinjaman Kajianmu tersebut untuk membeli bahan-bahan berjualan.

“Iya sangat membantu Mbak. Apalagi sekarang kan harga-harga pada naik, kayak telur, ayam itu kan naik. Makanya saya nggak ngadep (read: menyediakan) ayam karena mahal, resikonya besar. Alhamdulillah, kemarin dapat pinjaman itu kan buat kulakan bahan-bahan. Terus kan nggak ada bunganya juga to Mbak. Ya senang Mbak.” Tutur Bu Saginem sembari tertawa.

Kedepannya, Ibu yang berperawakan sedang ini berharap agar usahanya bisa semakin maju, pendapatannya makin banyak dan pinjaman Kajianmu bisa lebih besar untuk mendukung usahanya.

Semoga Allah ijabah harapan-harapan Ibu, karena harapan selalu beriringan dengan masa depan !.

Kajianmu adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis pengajian, pemberian pinjaman modal tanpa jaminan dan bunga, serta pendampingan usaha kepada Ibu-Ibu jamaah. 

Link

Home

Tentang Kajianmu

Donasi

Blog

Gallery

Kontak Layanan

Kabar Terbaru

Bu Sukinah : Berdaya dengan Memasok Sayur

Ibu Sukinah adalah salah satu jamaah Kajianmu di Masjid Babussalam, Dusun Jambon, Argosari, Sedayu, Bantul.  Untuk menopang kehidupan sehari-hari, wanita paruh baya ini menjalankan usaha pemasok sayur untuk usaha catering-catering yang sudah berjejaring dengannya dan...

Kajianmu Adakan Coaching Bisnis Lipatgandakan Omset Usaha

Dalam rangka membantu meningkatkan omset usaha jamaah, Kajianmu membuka Sekolah Berdikari. Program ini khusus untuk Ibu-Ibu jamaah Kajianmu yang menginginkan usahanya maju dengan omset meningkat 3 kali lipat dalam waktu 6 bulan. Sebagaimana desain periodik Sekolah...

Relawan Kajianmu Terima Beasiswa BETA

Jum’at (6/09/2019) sejumlah Relawan Kajian Memberdayakan Umat (Kajianmu) menerima beasiswa Ustadz-Ustadzah (BETA). Serah terima beasiswa tersebut dilaksanakan di Gedung BMT Tamzis cabang Godean. Acara berlangsung dari pukul 13.30 – 16.30 Wib dengan berbagai rangkaian...

Kontak Layanan

0822-4378-8754 (Fiya)

kajianmuid@gmail.com

Perum Griya Kencana Permai (GKP), Blok D5/No. 1, Argorejo, Sedayu, Bantul, DIY

Share This