Blog

Teman-teman dapat menyimak kisah jamaah dan informasi lainnya melalui artikel - artikel di bawah ini.

Kekhawatiran terbesar bagi orang yang telah berkeluarga adalah tentang pekerjaan. Jika sudah memiliki pekerjaan tetap, maka satu kekhawatiran telah sirna. Tetapi jika belum memiliki pekerjaan tetap, bisa dibilang ia belum berdaya. Salah satu jamaah yang kini telah berdaya adalah Ibu Marjikem.  Ia adalah jamaah Kajianmu di Masjid Mujahidin, Dusun Bakal Pokok, Argodadi, Sedayu, Bantul. Sebelum berjualan seperti sekarang, Bu Marjikem sehari-hari adalah seorang ibu rumah tangga. Sesekali ia juga membantu tetangga sekitar yang membutuhkan tenaga untuk membantu memasak, seperti memasak di hajatan, dan sebagainya.

Ikut Kajianmu

Ibu yang memiliki 3 orang anak ini sudah aktif mengikuti Kajianmu sejak pertama kali Kajianmu diselenggarakan di Masjid Mujahidin, Bakal Pokok. Ketika itu, Bu Marjikem cukup bersemangat untuk belajar membaca Iqro’. Setelah tercatat sebagai jamaah yang rutin datang pengajian, Bu Marjikem juga diberi pinjaman modal usaha tanpa jaminan dan bunga. Namun demikian, Ia pernah beberapa kali tidak aktif berangkat pengajian karena anaknya yang masih kecil tidak mau ditinggal-tinggal. Sehingga ia pun sempat tidak mengangsur pinjaman modal yang telah diberikan kepadanya. Selang beberapa waktu, tim Kajianmu kemudian bersilaturrahmi ke rumah Bu Marjikem untuk mengajak kembali berangkat Kajianmu.

“Iya e Mbak, saya lama nggak berangkat ngaji soalnya itu lho anak saya yang kecil nggak mau ditinggal-tinggal. Dia itu rewel kalau tak tinggal agak lama, sekarang dia juga lagi sakit, agak demam jadi pinginnya digendong sama saya terus.” Cerita wanita kelahiran 2 Juli 1973 tersebut.

Ketika itu, sebagai ibu rumah tangga Bu Marjikem belum bisa membantu ekonomi keluarga. Ia hanya mengandalkan pendapatan suami untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah kedua anak wanita berusia 46 tahun tersebut. Padahal suami Bu Marjikem hanya bekerja sebagai buruh penambang pasir yang pendapatannya tidak menentu.

“Suami saya dulu kerja nambang pasir itu lho Mbak. Berangkatnya pagi pulangnya maghrib gitu Mbak kadang malam. Terus juga pendapatannya sedikit.” Ungkap Bu Marjikem

Berdaya dengan Jualan Mie Ayam

Seiring dengan program pinjaman modal berupa peralatan usaha/gerobak yang dicanangkan oleh Kajianmu, wanita yang sebelumnya pernah merantau ke Jakarta ini lalu mengajukan pinjaman gerobak mie ayam. Bu Marjikem memilih gerobak mie ayam karena saat merantau di Jakarta, ia bekerja di warung mie ayam. Selain itu, suami Bu Marjikem dahulunya juga pernah berjualan mie ayam dan bakso saat masih di Wonogiri. Mereka ingin kembali berikhtiar untuk meningkatkan pendapatan keluarga dengan berjualan mie ayam.

Grb 1. Usaha Mie Ayam yang dijalankan Bu Marjikem dan suami.

“Dulu waktu saya merantau di Jakarta kan kerja di warung mie ayam to mbak jadi saya sudah ada pengalaman gitu jualan mie ayam. Suami saya dulu juga pas masih di Wonogiri jualan mie ayam sama bakso Mbak. Terus karena merantau itu kan jadi nggak jualan lagi. Nah, sekarang mau jualan mie ayam lagi. Kalau suami saya enak mbak mie ayamnya, soalnya kan orang Wonogiri to. Makanya kemarin pas ada program gerobak itu saya ngajuinnya mie ayam karena emang udah ada pengalaman. Saudara saya itu ada Mbak yang punya warung mie ayam bakso itu sudah punya banyak cabang dimana-mana.” Jelas Bu Marjikem

Kini sudah empat bulan Bu Marjikem dan suami berjualan mie ayam. Meskipun masih dijual keliling, usaha yang diberi nama “Mie Ayam Pak No” ini dalam sehari mampu menghabiskan 60 – 70 mangkuk. Jika ada event tertentu “Mie Ayam Pak No” dapat menghabiskan sekitar 70 – 100 mangkuk. Tiap mangkuk mie ayam dibanderol harga Rp. 6000.

“Kalau pagi sampai siang itu kan belanja sama nyiapin jualannya, nah sorenya baru keliling. Sekarang semangkuk saya jual Rp. 6000 Mbak, awal-awal jualan kemarin, pas puasa itu saya jual Rp. 5000 semangkuk Mbak. Terus setelah lebaran tak naikin. Disini tuh kalau mahal-mahal nggak laku Mbak, jadi mending murah tapi laku banyak.” Tuturnya.

Sehingga jika dalam sehari Bu Marjikem menghabiskan sebanyak 70 mangkuk, maka pendapatannya bisa mencapai Rp. 420.000, sementara keuntungan bersih Bu Marjikem dan suami adalah 50% dari pendapatan. Durasi berjualannya pun bisa dikatakan cukup singkat karena hanya berkeliling dari pukul 16.00 – 20.00 Wib.

“Ya Alhamdulillah Mbak, kalau untungnya bersih sampai 200 mbak. Itu kalau habis sekitar 70 mangkuk. Sedikit Mbak wong suami saya kelilingnya juga cuma daerah sini aja. ” Lanjutnya.

Bu Marjikem berharap usaha mie ayam yang dijalankannya bersama suami dapat semakin berkembang dan punya tempat usaha menetap. Dengan berjualan mie ayam, suami Bu Marjikem pun kini sudah tidak menambang pasir lagi karena fokus berjualan mie ayam.

“Saya pinginnya ya bisa kayak saudara saya itu Mbak, usaha mie ayamnya jadi besar, punya banyak cabang. Ya paling tidak bisa menetao dulu lah jualannya biar nggak usah keliling.” Ungkap Bu Marjikem sembari tertawa.

Setelah berjualan mie ayam, Bu Marjikem tidak hanya mendapatkan tambahan pendapatan tetapi juga sudah mulai kembali mengaji meskipun kadang masih berhalangan berangkat.[Fiya]

Kajianmu adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis pengajian, pemberian pinjaman modal tanpa jaminan dan bunga, serta pendampingan usaha kepada Ibu-Ibu jamaah. 

Link

Home

Tentang Kajianmu

Donasi

Blog

Gallery

Kontak Layanan

Kabar Terbaru

Bu Sukinah : Berdaya dengan Memasok Sayur

Ibu Sukinah adalah salah satu jamaah Kajianmu di Masjid Babussalam, Dusun Jambon, Argosari, Sedayu, Bantul.  Untuk menopang kehidupan sehari-hari, wanita paruh baya ini menjalankan usaha pemasok sayur untuk usaha catering-catering yang sudah berjejaring dengannya dan...

Kajianmu Adakan Coaching Bisnis Lipatgandakan Omset Usaha

Dalam rangka membantu meningkatkan omset usaha jamaah, Kajianmu membuka Sekolah Berdikari. Program ini khusus untuk Ibu-Ibu jamaah Kajianmu yang menginginkan usahanya maju dengan omset meningkat 3 kali lipat dalam waktu 6 bulan. Sebagaimana desain periodik Sekolah...

Relawan Kajianmu Terima Beasiswa BETA

Jum’at (6/09/2019) sejumlah Relawan Kajian Memberdayakan Umat (Kajianmu) menerima beasiswa Ustadz-Ustadzah (BETA). Serah terima beasiswa tersebut dilaksanakan di Gedung BMT Tamzis cabang Godean. Acara berlangsung dari pukul 13.30 – 16.30 Wib dengan berbagai rangkaian...

Kontak Layanan

0822-4378-8754 (Fiya)

kajianmuid@gmail.com

Perum Griya Kencana Permai (GKP), Blok D5/No. 1, Argorejo, Sedayu, Bantul, DIY

Share This