Blog

Teman-teman dapat menyimak kisah jamaah dan informasi lainnya melalui artikel - artikel di bawah ini.

Oleh: Fiya Ma’arifa Ulya

Adalah kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saat kita, sebagai umat Islam dapat membaca Al Qur’an dengan lancar, pelafalan hurufnya benar, dan apalagi jika dilantunkan dengan nada yang indah, serta dapat memahami makna ayatnya dengan baik. Untuk mencapai itu semua, tentu membutuhkan proses yang panjang. Bahkan seumur hidup kita tidak akan cukup untuk mempelajari Ilmu-Ilmu Al Qur’an. Namun demikian, belajar tetaplah sebuah proses yang bertahap.

Namanya Bu Ponirah, ia adalah jamaah Kajianmu di Dusun Sundi Kidul, Argorejo, Sedayu, Bantul. Meski usianya sudah semakin senja, semangat Bu Ponirah untuk bisa lancar membaca Al Qur’an justru semakin membara. Setiap Sabtu sore, ia datang membawa mushaf Al Qur’an yang berukuran cukup besar ke lokasi Kajianmu. Ia mengaku sangat senang karena kini sudah mengaji sampai Al Qur’an.

“Saya senang Mbak sudah bisa baca Al Qur’an meskipun bacanya masih terbata-bata. Alhamdulillah, karena yang ngajarin juga telaten datang.” Uangkap Ibu berusia 62 tahun tersebut.

Belajar dari Iqro’

Ibu yang dahulunya bekerja sebagai pembuat cobek dari tanah liat ini sudah mengikuti Kajianmu sejak awal dibuka Kajianmu di dusun tempat Bu Ponirah tinggal. Yaitu sekitar akhir tahun 2017. Saat itu, ia memulai dengan mengaji Iqro’ karena memang masih belajar mengidentifikasi huruf dan membunyikannya.

“Dulu pas ikut ngaji pertama kali itu sampai Iqro’ Mbak, kan dulu masih belajar baca hurufnya. Saya ikut Kajianmu sejak masih di rumah Bu Gesti dulu terus pindah-pindah itu kan, Alhamdulillah yang ngajarin telaten, datang terus.” Cerita Bu Ponirah

Awal mula belajar Iqro’ hingga saat ini sudah sampai Al Qur’an membuat Bu Ponirah semakin bertambah semangat karena cita-cita selanjutnya adalah bisa lancar membaca Al Qur’an hingga khatam. Ia juga berterimakasih kepada relawan Kajianmu yang setiap Sabtu sore telaten datang, meskipun terkadang cuaca kurang bagus atau Ibu-Ibu yang berangkat tidak selalu banyak.

“Dulu saya pernah belajar juga Mbak di musholla itu kan, ada yang ngajarin. Tapi terus lama-kelamaan yang ngajarin mungkin sibuk dan jarang datang, terus malah jadi tidak pernah datang. Padahal waktu itu saya masih belajar baca. Ya terus saya cuma dengarkan cucu saya baca Al Qur’an saja.” Tutur Bu Ponirah sembari mengingat kisah yang pernah ia alami.

Tak lama setelah peristiwa tersebut, Bu Ponirah mendengar kabar bahwa ada program Kajianmu yang kegiatannya adalah belajar membaca Iqro’ dan Al Qur’an. Tanpa berfikir lama, ia pun mengikuti dengan penuh suka cita.

“Terus saya dikasih tahu ada Kajianmu langsung saya ikut Mbak, terus mulai belajar lagi.” Tutur Bu Ponirah sembari menyunggingkan senyum.

Termotivasi dari Cucu

Keinginan Bu Ponirah untuk bisa membaca Al Qur’an termotivasi dari cucunya. Saat Bu Ponirah masih belajar membaca Iqro’, cucunya sudah bisa membaca Al Qur’an dengan lancar. Ia pun kemudian mengikuti majelis belajar mengaji.

“Saya itu kan liat cucu saya kok pada bisa baca Al Qur’an. Bacanya bagus, anak saya juga begitu. Tapi kok saya nggak bisa, akhirnya saya gimana caranya biar saya juga bisa baca Al Qur’an. Meskipun masih terbata-bata dan sudah tua tapi saya tetap mau belajar.” Ujar Ibu kelahiran Bantul, 31 Desember 1956 tersebut.

Gayung pun bersambut. Keinginan Bu Ponirah untuk bisa membaca Al Qur’an mengantarkannya sampai bertemu dengan Kajianmu.

Sudah Sampai Al Qur’an

Sejak pertama kali bergabung dengan Kajianmu hingga kini, Bu Ponirah hampir selalu berangkat mengikuti pengajian. Konsistensi, kemauan dan juga pengajar yang telaten datang mengaj ngaji menjadi faktor yang membuat Bu Ponirah sukses menuntaskan Iqro’ dan berlanjut di mengaji Al Qur’an.

“Alhamdulillah Mbak, sudah ada beberapa bulan ini saya sudah sampai Al Qur’an. Meskipun belum lancar seperti Bu Yulianti dan Bu Yayuk yang sudah dari kecil belajar.  Dan saya juga membacanya masih pelan-pelan.” Lanjutnya

Mari kita sama-sama mendo’akan agar Bu Ponirah bisa mencapai cita-citanya untuk lancar membaca Al Qur’an dan sampai khatam. Bismillah Bu !.

Kajianmu adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis pengajian dan pendampingan usaha kepada Ibu-Ibu jamaah.

Link

Home

Tentang Kajianmu

Donasi

Blog

Gallery

Kontak Layanan

Kabar Terbaru

Kajianmu Galakkan Gerakan Lumbung Pangan Keluarga

Kajian Memberdayakan Umat (Kajianmu) saat ini tidak hanya bergerak dalam membantu akses modal jamaah ke lembaga keuangan syari'ah. Lebih dari itu, Kajianmu gencar melakukan pemberdayaan jamaah dengan memperkuat pendampingan usaha, menggalakkan jejaring usaha, serta...

Moyudan Luncurkan Gerakan Keamanan Pangan

SLEMAN — Merespon dampak pandemi Covid-19, LazisMu Askafi bekerja sama dengan Yayasan Kajianmu, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah Moyudan, Sleman, meluncurkan program Gerakan Keamaman Pangan (GKP). Untuk tahap satu (18-20 April) dimulai dengan membagikan...

Masjid Bunda, Berdiri di Tengah-tengah Masyarakat Non Muslim

Masjid merupakan tempat beribadah bagi umat muslim. Selain untuk beribadah, masjid biasanya juga digunakan sebagai kegiatan-kegiatan sosial, misalnya pengajian, bakti sosial, gotong royong membersihkan masjid, dan lain-lain. Di Indonesia sendiri mayoritas penduduknya...

Kontak Layanan

0822-4378-8754 (Fiya)

kajianmuid@gmail.com

Perum Griya Kencana Permai (GKP), Blok B5/No.6, Argorejo, Sedayu, Bantul, DIY

Share This