Blog

Teman-teman dapat menyimak kisah jamaah dan informasi lainnya melalui artikel - artikel di bawah ini.

Seperti Ibu rumah tangga di desa pada umumnya, Bu Sugiyem dahulu sehari-harinya hanya mengurusi pekerjaan rumah tangga. Ia dan keluarga tinggal di Dusun Ngentak, Argorejo, Sedayu, Bantul. Rumah Bu Sugiyem tampak sangat sederhana dengan dinding batu bata yang masih berwarna merah bata alami. Rumah tersebut tampak tidak memiliki ruang tamu yang nyaman. Hanya ada kursi bambu memanjang dan sebuah sofa yang lapisannya sudah retak-retak.

Suami salah satu jamaah Kajianmu Masjid Nurul Ikhsa, Ngentak, Argorejo ini  berprofesi sebagai buruh serabutan. Pekerjaan apapun ia lakoni asalkan menggunakan kekuatan tenaga dan halal. Terkadang menambang pasir, menggali sumur, menebang pohon, dst. Sementara itu, kedua anak Bu Sugiyem masih membutuhkan perhatian khusus. Anak pertama berkebutuhan khusus dan anak kedua masih duduk di bangku sekolah dasar. Meski begitu, anak pertama Bu Sugiyem seringkali membantu ayahnya mengangkut pasir maupun melakukan pekerjaan lainnya.

“Ya anak saya yang pertama itu putus sekolah pas SD, Mbak. Terus nggak sekolah lagi karena di sekolahnya dulu nggak ada program buat anak saya. Pernah juga saya ditunjukkan biar memasukkan anak saya ke sekolah di Pajangan yang ada program itunya. Tapi anak saya nggak mau. Sekarang bantu bapaknya ngangkut pasir, kadang menggali sumur, atau nebang pohon gitu.” Tutur Ibu yang mengenakan kaca mata ini.

Bu Sugiyem sendiri tidak bisa berbuat banyak. Sebetulnya ia sangat ingin bisa bekerja untuk membantu sang suami mencari uang. Namun, selain harus menjaga kedua anaknya, Bu Sugiyem juga harus merawat mertua yang sudah semakin renta. Sehingga ia tidak berani untuk bekerja di luar rumah.

“Saya kan disini tinggal sama Ibu mertua saya, Mbak. Jadi saya harus jaga Mbak, nggak bisa kerja. Sebenarnya pingin kerja apa gitu yang bisa dilakukan di rumah  tapi juga nggak punya modal Mbak.” Cerita Ibu yang tinggal di Dusun Ngentak, Argorejo ini

Saat ditanya tentang usaha apa yang ingin dijalankan olehnya, Bu Sugiyem menginginkan untuk membuka usaha laundry.

“Saya sebenarnya pingin usaha laundry setrika Mbak, biar bisa dikerjakan di rumah. Soalnya saya nggak bisa kemana-mana. Harus merawat Ibu mertua saya.” Ungkap wanita kelahiran 28 Februari 1980 tersebut.

Kini, setelah ia mengungkapkan keinginannya untuk memiliki usaha, Bu Sugiyem langsung diberi modal usaha berupa peralatan laundry sekaligus didampingi oleh seorang mentor bisnis, agar usaha yang dijalankan terus maju. [Fiya]

Kajianmu adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis pengajian dan pendampingan usaha kepada Ibu-Ibu jamaah.

Link

Home

Tentang Kajianmu

Donasi

Blog

Gallery

Kontak Layanan

Kabar Terbaru

Tim Reresik Masjid Prihatin dengan Keadaan Mushola Pasar Pleret

Di zaman millenial sekarang ini, masjid atau mushola sudah banyak ditemukan di daerah-daerah perkotaan bahkan sampai pedesaan. Tetapi prihatinnya masih banyak masjid atau mushola yang kebersihan dan kesuciannya kurang terjaga. Apalagi di daerah pedesaan yang sangat...

Bu Sakdiyah, Jualan Aneka Lauk di Pasar Kembangan

Ibu Sakdiyah adalah jamaah Kajianmu di Masjid An Nur, Dusun Betakan, Sumberrahayu, Moyudan. Setiap pasaran jawa Pon dan Legi, Bu Sakdiyah biasa berjualan aneka lauk di Pasar Kembangan. Ibu berusia 50-an tahun ini dahulu mulai berjualan setelah suaminya meninggal. Bu...

Cerita tentang Mushola Al Barokah Pasar Godean

Di selatan Pasar Godean terdapat sebuah mushola yang ukurannya tidak terlalu besar yaitu berukuran sekitar 4x5 m. Walaupun kecil, mushola tersebut merupakan tempat beribadah bagi orang-orang pasar dan sekitarnya. Alhamdulillah Tim Reresik Masjid diberi kesempatan...

Kontak Layanan

0822-4378-8754 (Fiya)

kajianmuid@gmail.com

Perum Griya Kencana Permai (GKP), Blok B5/No.6, Argorejo, Sedayu, Bantul, DIY

Share This