Blog

Teman-teman dapat menyimak kisah jamaah dan informasi lainnya melalui artikel - artikel di bawah ini.

Ibu Sukinah adalah salah satu jamaah Kajianmu di Masjid Babussalam, Dusun Jambon, Argosari, Sedayu, Bantul.  Untuk menopang kehidupan sehari-hari, wanita paruh baya ini menjalankan usaha pemasok sayur untuk usaha catering-catering yang sudah berjejaring dengannya dan juga pemesanan kue roll  (roll cake).

Pernah Terjerat Rentenir

Wanita yang memiliki 3 anak ini, dahulunya pernah berjualan sayur di Pasar Beringharjo. Dahulu ia menjalankan usaha tersebut bersama dengan suaminya yang kini telah berpisah. Selain berjualan sayur di pasar, Bu Sukinah juga menjadi distributor sayur bagi para pemilik usaha catering bahkan ke beberapa hotel yang ada di Yogyakarta. Namun, saat usaha tersebut sedang melejit Ia terjebak hutang rentenir yang sangat banyak hingga harus menjual tanah yang dimilikinya. Setelah pokok hutang rentenir bisa dilunasi, Bu Sukinah memutuskan untuk menjual lapak miliknya di pasar karena dari kejadian yang menimpa, ia menyadari bahwa dirinya tidak akan bisa lepas dari rentenir jika masih tetap berjualan di pasar.

“Duku waktu saya masih jualan di pasar itu saya kan terjerat hutang rentenir. Sampai tanah saya habis untuk membayar hutang, anak saya ada yang bermasalah kemudian suami saya juga pergi membawa semua modal usaha. Akhirnya saya benar-benar bangkrut nggak bisa menjalankan usaha Mbak. Tapi saya juga berfikir kalau masih tetap jualan di pasar pasti rentenir itu masih nagih-nagih ke saya. Jadi, saya akhirnya jual kios yang di pasar. Saya tetap masok dibeberapa catering yang pesan meskipun sudah nggak di pasar Mbak.” Jelas Bu Sukinah

Hidup Seorang Diri

Bu Sukinah memiliki 3 orang anak yang kini semuanya sudah berkeluarga. Ada yang tinggal masih di seputaran Yogyakarta, dan ada yang tinggal di kota lain mengikuti suaminya. Kini, Bu Sukinah menjalani hari-harinya seorang diri di rumahnya yang berukuran cukup besar. Saat ada pesanan ia juga menyelesaikan pesanan seorang diri dan mengantarkannya seorang diri pula.

Namun demikian, saat akhir pekan Bu Sukinah biasa mengunjungi rumah anaknya yang berada di daerah Jogokariyan sembari menengok cucu dan melepas rindu.

“Beberapa waktu lalu sebenarnya anak saya yang terakhir itu sempat tinggal disini Mbak, tapi karena mertuanya meminta untuk tinggal disana ya akhirnya saya lepaskan anak saya untuk tinggal disana Mbak.” Tutur Bu Sukinah

Berdaya Dengan Menjadi Pemasok Sayur

Meskipun Bu Sukinah menjalankan usaha seorang diri, termasuk saat ada pesanan sayur dari catering yang berjejaring dengannya. Setidaknya seminggu sekali Bu Sukinah menerima pesanan sayur. Dengan sigap, wanita yang memiliki postur tubuh kecil ini berbelanja ke pasar pagi-pagi sekali agar mendapatkan sayur dengan kualitas yang bagus. Setelah itu, Bu Sukinah mengantarkan pesanan sampai lokasi dengan menggunakan motornya. Dalam satu minggu, omset Bu Sukinah dari usaha distribusi sayur ini sekitar Rp. 1000.000.

“Kalau ada pesana gitu kan biasanya orangnya kontak saya Mbak terus saya belanja ke pasar pagi-pagi biar dapat sayurnya lalu saya antarkan kesana. Dalam satu minggu biasanya pendapatan mungkin ada sekitar Rp. 1000.000 ya Mbak.” Ujarnya

Meskipun pesanan sudah tidak sebanyak dahulu, namun Bu Sukinah bersyukur karena saat ini sudah tidak berurusan dengan rentenir lagi dan anak-anak Bu Sukinah juga sudah selesai menempuh pendidikan. Pinjaman dari Kajianmu yang diterimanya digunakan untuk menambah modal berbelanja sayur, karena biasanya uang akan diterima setelah Bu Sukinah selesai mengantarkan pesanan sehingga harus memiliki modal cadangan belanja terlebih dahulu. [Fiya]

Kajianmu adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis pengajian, pemberian pinjaman modal tanpa jaminan dan bunga, serta pendampingan usaha kepada Ibu-Ibu jamaah. 

Link

Home

Tentang Kajianmu

Donasi

Blog

Gallery

Kontak Layanan

Kabar Terbaru

Ibu Endang, Pandai Membuat Aneka Peyek dan Lauk

Memiliki kemampuan memasak atau meramu aneka makanan dengan hasil yang memuaskan adalah harapan semua Ibu-Ibu. Bahkan ada yang mengatakan bahwa memasak adalah kemampuan tangan. Artinya bahwa tidak semua tangan bisa menghasilkan makanan dengan rasa yang sama enak...

Suka Duka Tim Reresik Masjid dalam Membersihkan Masjid/Mushola

Dalam melakukan sesuatu atau kegiatan selalu menemui yang namanya rintangan dan hambatan. Kadang bisa merasakan senang, gembira kadang juga merasakan sedih, susah, dan lain-lain. Kami tim reresik masjid terdiri dari 4 orang yaitu, Ahmadun Yoshi Erfanda, Arif Junarto,...

Kontak Layanan

0822-4378-8754 (Fiya)

kajianmuid@gmail.com

Perum Griya Kencana Permai (GKP), Blok D5/No. 1, Argorejo, Sedayu, Bantul, DIY

Share This