Blog

Teman-teman dapat menyimak kisah jamaah dan informasi lainnya melalui artikel - artikel di bawah ini.

Oleh : Alda Kartika Yudha, Lc., M. H

Syekh Ali Jum’ah (Mantan Mufti Mesir) pernah mengatakan bahwa tugas manusia sebagai khalifah Allah di dunia ini ada tiga; Ibadah kepada Allah, Memakmurkan atau membangun dunia, dan Mensucikan diri. Dari semua tugas ini ada satu hal yang dibutuhkan dan tidak dapat dilepaskan dari ketiga hal tersebut, yaitu Ilmu.

Ilmu tidak akan terlepas dari segala aspek kehidupan. Orang berilmu pasti akan selalu menjadi penunjuk jalan bagi mereka yang awam. Semua orang sadar akan pentingnya ilmu dan ulama. Lalu bagaiamana hakikat ilmu dan ulama dalam islam?

Ulama dan Keistimewaannya

Dalam kitab Tadzkirah as-Sâmi’ wa al-Mutakallim karya Qadhi Badrudin bin Jama’ah, beliau menyebutkan banyak sekali keistimewaan seorang ulama. Beliau mengambil ayat-ayat al-Quran, hadis Nabi, maupun perkataan para sahabat dan ulama, ketika menjelaskan keistimewaan seorang yang bergelar ulama. Beberapa diantaranya adalah firman Allah yang berbunyi:

“Allah akan mengangkat derajat orang-orang  beriman diantara kamu sekalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat (al-Mujadalah: 11).

Ibnu Abbas mengatakan bahwa keutamaan ulama itu 700 derajat lebih tinggi daripada mukmin biasa, dan jarak antara masing-masing derajat itu adalah 100 tahun. Termasuk hadis yang sudah tidak asing tentang keistimewaan ulama adalah hadis yang berbunyi: “Para ulama adalah pewaris para nabi.”(HR Tirmidzi).

Jamak diketahui bahwa tidak ada derajat yang lebih mulia di dunia ini daripada derajat kenabian. Akan tetapi Nabi Muhammad Saw adalah nabi terakhir, maka derajat kenabian ini sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu derajat kemuliaan tertinggi yang bisa dimiliki oleh manusia sekarang adalah pewaris para nabi, yaitu mereka yang bergelar ulama. Dalam hadis yang diriwayatkan Daru Qutni, Nabi juga mengatakan bahwa satu ahli fikih (ulama) itu lebih dibenci oleh setan daripada 1000 ahli ibadah.

Senada dengan ayat dan hadis tentang keistemewaan ulama,  Abu Muslim al-Khulaini mengatakan bahwa ulama itu layaknya bintang di langit, ketika muncul, maka ia akan menjadi petunjuk jalan bagi manusia. Dan ketika hilang, maka manusia akan kebingungan. Begitu juga Aswad ad-Duali,  beliau menyatakan bahwa raja adalah hakim bagi manusia, dan ulama adalah hakim bagi raja.

Banyak sekali ayat quran, hadis, atsar yang menjelaskan keistimewaan orang yang bergelar ulama. Penulis diatas hanya menyebutkan beberapa saja. Tentunya gelar ulama ini tidak bisa diperoleh dengan mudah dan instan.

Kajianmu adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis pengajian, pemberian pinjaman modal tanpa jaminan dan bunga, serta pendampingan usaha kepada Ibu-Ibu jamaah. 

Link

Home

Tentang Kajianmu

Donasi

Blog

Gallery

Kontak Layanan

Kabar Terbaru

Bu Sukinah : Berdaya dengan Memasok Sayur

Ibu Sukinah adalah salah satu jamaah Kajianmu di Masjid Babussalam, Dusun Jambon, Argosari, Sedayu, Bantul.  Untuk menopang kehidupan sehari-hari, wanita paruh baya ini menjalankan usaha pemasok sayur untuk usaha catering-catering yang sudah berjejaring dengannya dan...

Kajianmu Adakan Coaching Bisnis Lipatgandakan Omset Usaha

Dalam rangka membantu meningkatkan omset usaha jamaah, Kajianmu membuka Sekolah Berdikari. Program ini khusus untuk Ibu-Ibu jamaah Kajianmu yang menginginkan usahanya maju dengan omset meningkat 3 kali lipat dalam waktu 6 bulan. Sebagaimana desain periodik Sekolah...

Relawan Kajianmu Terima Beasiswa BETA

Jum’at (6/09/2019) sejumlah Relawan Kajian Memberdayakan Umat (Kajianmu) menerima beasiswa Ustadz-Ustadzah (BETA). Serah terima beasiswa tersebut dilaksanakan di Gedung BMT Tamzis cabang Godean. Acara berlangsung dari pukul 13.30 – 16.30 Wib dengan berbagai rangkaian...

Kontak Layanan

0822-4378-8754 (Fiya)

kajianmuid@gmail.com

Perum Griya Kencana Permai (GKP), Blok D5/No. 1, Argorejo, Sedayu, Bantul, DIY

Share This