Blog

Teman-teman dapat menyimak kisah jamaah dan informasi lainnya melalui artikel - artikel di bawah ini.

Dalam rangka membantu meningkatkan omset usaha jamaah, Kajianmu membuka Sekolah Berdikari. Program ini khusus untuk Ibu-Ibu jamaah Kajianmu yang menginginkan usahanya maju dengan omset meningkat 3 kali lipat dalam waktu 6 bulan. Sebagaimana desain periodik Sekolah Berdikari yang berlangsung selama 6 bulan untuk tiap periode.

Periode pertama Sekolah Berdikari dimulai dengan pertemuan perdana sekaligus pembukaan yaitu pada hari Jum’at, 19 Juli 2019 bertempat di FUNGSI Coffe & Space, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Pada periode pertama, Sekolah Berdikari diikuti oleh sebanyak 4 jamaah yang telah dipilih melalui seleksi internal tim Kajianmu. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan usia, jenis usaha, dan keinginan dari jamaah itu sendiri untuk membesarkan usaha mereka. Ke empat jamaah tersebut adalah Ibu Sudi Astuti yang memiliki usaha jualan angkringan, berjualan cilok, dan membuka laundry. Yang kedua yaitu Ibu Rikawati yang memiliki usaha pesanan jajanan pasar. Peserta Sekolah Berdikari yang ketiga adalah Ibu Fera yang memiliki usaha pesanan snack dan nasi box. Peserta sekolah yang keempat adalah Ibu Ningrum yang memiliki usaha berjualan di kantin sekolah dan menerima pesanan nasi box.

Dalam pertemuan perdana tersebut, para jamaah dibimbing oleh mentor utama Sekolah Berdikari yaitu Mas Satia yang merupakan CEO Inspira Grup. Perusahaan dengan omset milyaran rupiah tiap bulan. Pada pertemuan perdana tersebut, para peserta melakukan brainstorming tentang pola pikir mereka dalam menjalankan usaha selama ini serta  bagaimana langkah-langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan omset. Sebagai penutup di pertemuan pertama, para jamaah diberi PR untuk mendapatkan uang sebanyak 3 kali lipat dari omset usaha rutin mereka. Jika sudah mencapai target, baru akan diadakan pertemuan kembali.

Pertemuan kedua Sekolah Berdikari dilaksanakan pada hari Ahad, 28 Juli 2019 bertempat di FUNGSI Coffe & Space. Pada kesempatan ini, peserta dipegangi uang sebanyak 5 US Dollar sebagai pemancing untuk menambah semangat jamaah dalam mencapai target yang diinginkan.

Salah satu jamaah yang berhasil mencapai target yaitu Ibu Sudi Astuti yang memiliki usaha jualan Angkringan, jualan Cilok, dan membuka usaha Laundry. Omset usaha Bu Sudi sebelumnya Rp. 2.000.000 selama sebulan. Setelah mengikuti Sekolah Berdikari, Bu Sudi semakin bersemangat dalam mencari uang sehingga beliau dapat menuhi target yaitu mendapatkan omset Rp. 2.000.000 – 3.000.000 dalam waktu satu minggu.

Hingga saat ini, Sekolah Berdikari sudah 3 bulan berjalan. Sementara mentor dan kepala sekolah tetap memonitor pergerakan usaha jamaah.

“Harapan saya dengan Sekolah Berdikari ini para jamaah mampu mandiri, mempunyai kemampuan untuk maju dengan dibuktikan omset usaha minimal 3 kali lipat dalam waktu 6 bulan tersebut, serta para jamaah punya kepercayaan diri sehingga berani bersaing dengan yang lain. ” Tutup Dwi Nur Fitriyani, Pendamping Lapangan Kajianmu yang juga merupakan Kepala Sekolah dalam program Sekolah Berdikari. [Fiya]

Kajianmu adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis pengajian dan pendampingan usaha kepada Ibu-Ibu jamaah.

Link

Home

Tentang Kajianmu

Donasi

Blog

Gallery

Kontak Layanan

Kabar Terbaru

Kajianmu Galakkan Gerakan Lumbung Pangan Keluarga

Kajian Memberdayakan Umat (Kajianmu) saat ini tidak hanya bergerak dalam membantu akses modal jamaah ke lembaga keuangan syari'ah. Lebih dari itu, Kajianmu gencar melakukan pemberdayaan jamaah dengan memperkuat pendampingan usaha, menggalakkan jejaring usaha, serta...

Moyudan Luncurkan Gerakan Keamanan Pangan

SLEMAN — Merespon dampak pandemi Covid-19, LazisMu Askafi bekerja sama dengan Yayasan Kajianmu, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah Moyudan, Sleman, meluncurkan program Gerakan Keamaman Pangan (GKP). Untuk tahap satu (18-20 April) dimulai dengan membagikan...

Masjid Bunda, Berdiri di Tengah-tengah Masyarakat Non Muslim

Masjid merupakan tempat beribadah bagi umat muslim. Selain untuk beribadah, masjid biasanya juga digunakan sebagai kegiatan-kegiatan sosial, misalnya pengajian, bakti sosial, gotong royong membersihkan masjid, dan lain-lain. Di Indonesia sendiri mayoritas penduduknya...

Kontak Layanan

0822-4378-8754 (Fiya)

kajianmuid@gmail.com

Perum Griya Kencana Permai (GKP), Blok B5/No.6, Argorejo, Sedayu, Bantul, DIY

Share This