Blog

Teman-teman dapat menyimak kisah jamaah dan informasi lainnya melalui artikel - artikel di bawah ini.

Agar suatu usaha dapat berjalan dengan maksimal maka diperlukan peralatan yang memadai.  Apalagi jika peralatan tersebut sebagai komponen utama dan sangat sulit menggunakan cara-cara manual. Mesin usaha adalah kepastian yang harus berwujud. Sebagaimana curhatan salah seorang jamaah Kajianmu di Masjid Babussalam, Jambon, Argosari, Sedayu. Sehari-hari, wanita yang akrab disapa Mbak Septi ini menjalankan usaha laundry dengan membuka lapak di depan rumahnya. Selain usaha laundry, ia juga menjalankan usaha air isi ulang. Namun, usaha laundry disebutnya lebih menjanjikan dibanding air isi ulang. Setiap hari Mbak Septi sudah memiliki pelanggan tetap laundry, sementara air isi ulang sampai sejauh ini tiap hari hanya berkisar mengisi ulang 3-4 galon saja.

Sudah Empat Tahun Usaha Laundry

Salah satu jamaah Kajianmu di Masjid Babussalam, Dusun Jambon, Argosari ini memulai usaha Laundry dan Air Isi Ulang sejak tahun 2016. Kedua usaha tersebut dijalankan Ibu satu anak ini di ruko depan rumahnya.

“Saya buka Laundry & Air Isi ulang ini udah sekitar 4 tahunan Mbak. Toko ini kan milik suami saya, terus awalnya dulu mau dibuat fotokopian tapi nggak jadi. Terus nikah sama saya, akhirnya setelah menikah buka Laundry & Air Isi Ulang ini, Mbak.” Tutur Ibu muda yang berusia 28 tahun tersebut.

Saat membuka Laundry pertama kali, Mbak Septi mengisahkan bahwasannya minggu pertama sangat sepi. Untungnya, ia memiliki paman yang juga membuka usaha laundry di Kota Yogyakarta. Kemudian, Mbak Septi membawa beberapa baju yang sudah disetrika dari laundry pamannya untuk ditaruh di rak laundry miliknya untuk memancing orang.

“Dulu minggu pertama buka itu masih sepi Mbak, kan belum pada tau to. Terus paman saya di Jogja itu kan juga punya laundry akhirnya saya bawa baju-baju yang udah disetrika kesini, tak taruh di rak buat mancing orang-orang. Akhirnya pada tahu, terus ada yang datang gitu Mbak.” Lanjut Mbak Septi.

Kisah Memakai Setrika Uap

Sudah beberapa bulan ini laundry Mbak Septi menggunakan setrika uap untuk mempercepat proses penyetrikaan. Sebelumnya ia menggunakan setrika biasa untuk menyetrika seluruh baju laundry-an, sehingga membutuhkan waktu yang lama. Kini setelah menggunakan setrika uap, istri dari Dimas Bagus Hermawan ini mampu menyelesaikan 10kg baju dalam waktu 3 jam saja.

“Sekarang udah enak Mbak pakai setrika uap gini jadi lebih cepat. Disini kan juga masih jarang to yang pakai ginian. Ini kalau 10kg bisa selesai disetrika 3 jam aja Mbak. Alhamdulillah sekarang juga pelanggannya makin bertambah karena ngerjainnya cepat.” Ujar Mbak Septi

Sejalan dengan pemakaian setrika uap yang mempercepat proses penyetrikaan, tarif per kg cucian juga ikut meningkat. Dari yang sebelumnya per kg di hargai Rp. 3.000 sekarang menjadi Rp. 3.500 dengan proses pengerjaan selesai dalam waktu 3 hari. Sementara itu, jika laundry kilat di tempat Mbak Septi dibanderol harga Rp. 4.000/kg. Omset usaha laundry dan air isi ulang  Mbak Septi setiap bulan berkisar Rp. 1.000.000 – 2.000.000.

Selain itu, ia juga merasa lebih safety (aman) dengan menggunakan setrika uap karena saat listrik padam, ia masih tetap bisa menyetrika.

“Lebih aman juga Mbak kalau pas mati lampu itu kan tetap bisa nyetrika. Kalau dulu pas pakai setrika listrik itu kalau mati lampu ya nggak bisa ngapa-ngapain. Kalau pakai setrika uap tetap bisa nyetrika terus, meskipun gas nya lumayan boros. Dua hari sekali harus beli gas.” Ujar Mbak Septi

Ingin Betulkan Mesin Pengering

Saat ini Mbak Septi memliki 2 buah mesin cuci yaitu mesin cuci kapasitas 12 Kg dan mesin kapasitas 8 Kg. Sejak beberapa bulan terakhir Mbak Septi merasa kesulitan karena pengering cucian di mesin kapasitas 12 Kg mengalami kerusakan. Sehingga ia pun hanya mengandalkan mesin pengering di mesin cuci kapasitas 8 Kg.

“Ini lagi rusak Mbak mesin pengering saya yang di mesin cuci yang besar. Sebelumnya udah pernah dibetulkan juga karena pernah rusak. Terus sekarang rusak lagi terus mau dibetulkan ini, karena susah Mbak kalau cuma pakai yang di pengering yang mesin yang kecil, jadi lama ngeringinnya.” Kisah perempuan asli Kota Yogyakarta tersebut.

Untuk membetulkan mesin pengering, ia membutuhkan dana sekitar Rp. 1.000.000. Namun karena belum memiliki simpanam uang, Mbak Septi yang sudah aktif mengikuti Kajianmu di Dusun Jambon berencana mengajukan pinjaman modal usaha sebesar Rp. 1.700.000 untuk keperluan pembetulan mesin pengering dan membeli perlengkapan laundry lainnya.

Kedepannya, wanita pemilik nama lengkap Sri Rahayu Septianti ini berharap usaha laundry dan Air Isi Ulang nya semakin maju dan pendapatannya meningkat. [Fiya]

Kajianmu adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis pengajian, pemberian pinjaman modal tanpa jaminan dan bunga, serta pendampingan usaha kepada Ibu-Ibu jamaah. 

Link

Home

Tentang Kajianmu

Donasi

Blog

Gallery

Kontak Layanan

Kabar Terbaru

Bu Sukinah : Berdaya dengan Memasok Sayur

Ibu Sukinah adalah salah satu jamaah Kajianmu di Masjid Babussalam, Dusun Jambon, Argosari, Sedayu, Bantul.  Untuk menopang kehidupan sehari-hari, wanita paruh baya ini menjalankan usaha pemasok sayur untuk usaha catering-catering yang sudah berjejaring dengannya dan...

Kajianmu Adakan Coaching Bisnis Lipatgandakan Omset Usaha

Dalam rangka membantu meningkatkan omset usaha jamaah, Kajianmu membuka Sekolah Berdikari. Program ini khusus untuk Ibu-Ibu jamaah Kajianmu yang menginginkan usahanya maju dengan omset meningkat 3 kali lipat dalam waktu 6 bulan. Sebagaimana desain periodik Sekolah...

Relawan Kajianmu Terima Beasiswa BETA

Jum’at (6/09/2019) sejumlah Relawan Kajian Memberdayakan Umat (Kajianmu) menerima beasiswa Ustadz-Ustadzah (BETA). Serah terima beasiswa tersebut dilaksanakan di Gedung BMT Tamzis cabang Godean. Acara berlangsung dari pukul 13.30 – 16.30 Wib dengan berbagai rangkaian...

Kontak Layanan

0822-4378-8754 (Fiya)

kajianmuid@gmail.com

Perum Griya Kencana Permai (GKP), Blok D5/No. 1, Argorejo, Sedayu, Bantul, DIY

Share This